Selamanya Cinta

Aku sangat menyukai bintang.

Bagiku melihat pendaran cahayanya di kejauhan jauh lebih menyenangkan dan membahagiakan dari apapun di dunia ini. Yah, kecuali menatap mata bintangku.

Stella namanya.

Sebuah nama dari bahasa latin yang artinya bintang. Sebuah nama yang akan selalu terukir di dalam dadaku. Sebuah nama yang mengajarkan banyak hal padaku, termasuk tentang berharganya sang waktu.

Perlu banyak waktu bagiku untuk menyadari betapa dia sangat berarti di dalam hidupku, betapa diriku hanya tinggal setengah tanpa dirinya seolah dia membawa pergi jiwaku bersamanya. Namun hanya perlu sekejap saja baginya untuk menghilang dari hidupku, persis seperti bintang yang hilang ditelan kelamnya malam.

Dia pun sangat menyukai bintang. Tiap pendaran cahaya itu dihadiahinya sebuah senyuman. Senyuman termanis yang takkan mungkin pernah bisa hilang dari ingatanku. Senyuman termanis dari bintang penjuruku. 

Seringkali kulihat dirinya tersenyum sedih saat tak ada satupun bintang muncul di langit malam. Mungkin saja bintang-bintang itu enggan muncul untuk para penghuni kota metropolitan yang makin hari makin penuh sesak dengan keserakahan dan keegoisan. Mungkin juga bintang-bintang itu sengaja memberiku kesempatan untuk merasakan gelayutan manjanya pada lenganku dan mendengarkan rengekan manjanya ketika ia memintaku untuk memunculkan bintang-bintang itu di langit malam yang kelam seolah aku lah penciptanya.

Aku selalu merindukannya. Rindu itu kerapkali datang dan menyiksaku. Rindu itu membuat dadaku terasa sesak. Dan rindu itu membuat hidupku serasa hampa seolah seseorang telah membawa jiwaku pergi meninggalkan ragaku. Membuatku akan selalu mengingatnya. Di dalam sini. Di dalam hatiku.

Hati.

Ya, dia menyadarkanku kalau ternyata aku juga mempunyai hati. Sesuatu yang kukira tak pernah ada di dalam hidupku yang penuh dengan kekacauan dan masalah.

Ia juga menyadarkanku kalau tiap manusia selalu menyimpan cinta di dalam hatinya.

Cinta.

Setiap manusia pasti pernah merasakan apa yang dinamakan dengan jatuh cinta. Aku pun begitu. Bagiku cinta ini sangat indah hingga aku takkan melupakannya sampai ajalku nanti, sampai kami bisa bertemu lagi di kehidupan yang akan datang. Masa dimana ia berjanji akan menemukanku dan mencintaiku lagi sama seperti yang selalu dilakukannya.

Cinta itu masih membuatku merasakan getaran itu. Getaran hebat yang selalu kurasakan tiap dia ada di dekatku. Tiap aku melihat ke dalam kedua bola matanya. Tiap aku melihat senyumannya yang selalu melelehkan hatiku. Tiap aku mendengar suaranya yang mengguncang duniaku. Tiap aku mendengarkan napasnya dan juga debaran jantungnya saat dia ada di dalam pelukanku.

                Cinta itu indah meski tak harus memiliki.

Ya. Dia mengajarkanku hal itu.

Hal yang tadinya tak pernah bisa kupahami. 

“Aku cinta padamu.”

                Ya. Kini aku bisa mengatakan hal itu dengan lantang pada dirinya yang pasti mendengarkannya jauh di sana. Kalimat yang dulu tak pernah bisa kuucapkan padanya karena ternyata aku hanyalah seorang pecundang yang selalu tidak bisa mengucapkan tiga kata sederhana itu.

       Kalimat yang selalu ingin kuucapkan padanya tiap kali ia tersenyum padaku dan berlari ke arahku. Kalimat yang selalu ingin kuucapkan padanya saat ia memandangiku kemudian memengang tanganku seolah ia bisa membaca pikiranku. Namun entah kenapa kalimat itu tidak pernah bisa keluar dari bibirku walau entah sudah berapa ribu kali ia memintaku untuk mengucapkannya.

              Kuhela napas panjang saat dadaku terasa sesak. Rasa yang sama yang kurasakan tiap kali aku tak bisa berbuat apa-apa untuknya saat kulihat dirinya begitu menderita, memperjuangkan semuanya seorang diri. Sial. Tampaknya aku memang hanyalah seorang pecundang.

       Ingin sekali aku berlari ke arahnya, meraihnya ke dalam pelukanku, merasakan kehangatan tubuhnya dan debar jantungnya di dalam pelukanku. Aku juga merindukan belaian dan suaranya. Ingin sekali aku berbaring di pangkuannya lagi, menikmati jemarinya yang lembut membelai kepalaku dan mendengar suaranya yang menidurkanku.  Aku menginginkannya!

Selamanya.

Namun aku tak bisa melakukannya.

Aku telah berjanji padanya untuk hidup sebaik-baiknya hingga takkan pernah lagi ada penyesalan di dalam hidupku, hingga takkan pernah lagi ada waktu yang terbuang sia-sia.

Ya. Aku telah berjanji dan aku pasti akan menepatinya.

Karena itu, tidurlah dengan tenang bintangku sayang. Tidurlah dalam damai hingga aku datang menjemputmu di sana.

~~  ~~   ~~  ~~  ~~

 

J-town, 29 February 2008

 

Untuk cinta sejati yang seharusnya masih ada di dunia ini….

Tetaplah menghiasi dunia agar semua makhluk bisa berbahagia seperti sang bintang yang membuat tiap orang tersenyum saat ia muncul dan menghiasi kelamnya langit malam, walau tetap saja cinta tak harus memiliki…….

 
~
C ~

~~  ~~   ~~  ~~  ~~

 

 

Selamanya Cinta

 

“Gue udah nunggu lo dari tadi, Kel.” Suaranya bergetar, mungkin karena kedinginan.

                Bodoh. Tentu saja dia kedinginan.

                “Udah berapa lama lo ada di sini?” tanyaku ketus seperti biasanya, meski rasanya kali ini ada rasa lain yang bergejolak di dalam sana. Mungkin rasa kasihan. atau— Tidak.  Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya.

                “Sejak gue nelepon lo tadi.”

                Sekilas kulirik ke arah jam tanganku yang basah karena air hujan yang turun dengan derasnya. Mungkinkah dia sudah menungguku selama itu? Kuhapus air hujan dari kaca jam tanganku dan kudapati kalau perempuan itu memang telah menungguku tiga jam lamanya. Dan entah sudah berapa lama ia berdiri di bawah hujan yang turun entah sejak kapan.

                Menungguku.

                “Apa sih yang lo pengen dari gue?” Aku tahu seharusnya aku tak perlu bertanya dengan nada seperti itu padanya, namun kebiasaanku ternyata tidak bisa dirubah.

 

~~  ~~   ~~  ~~  ~~

2 Comments Add your own

  • 1. H Muhammad  |  July 21, 2008 at 7:01 am

    Ya asyik juga tulisannya…!
    Selamanya cinta kayak lagunya D’Cinnamous donk deh!
    I Love U too😀
    Tetap tulis apa yang menjadi hatimu, moga isi hatimu dapet membantu makhluk2 di bumi ini!

    Reply
  • 2. vhee  |  September 2, 2008 at 8:19 am

    lagi cari selamanya cinta, dapet yang ini.
    keren………….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d bloggers like this: